Minggu, 06 September 2015

Aku tak ingin terjadi padamu

                                       
Aku terkadang bingung dengan manusia-manusia didunia ini, apakah ada yang salah dari  seorang muslim yang berhijab. Teman-teman banyak yang bertanya kepadaku ‘’ Apakah tidak panas, mengenakan hijab ? kami saja yang melihatmu kepanasan,’’ Aku hanya terdiam seraya melemparkan senyuman, kebanyakan orang menyatukan masalah akhlak dengan hijab. Padahal hijab adalah pelindung sekaligus perintah dari Allah SWT. Mau akhlak seseorang itu  jelas atau tida yang pasti dia sudah membentengi diri dengan hijab_ Hijab bukan sebagai perhiasan, bukan juga untuk mempercantik, hijab itu untuk melindungi diri dari perbuatan dosa.
‘’AZ- ZAHRA PUTRI ALIKA’’
Inilah namaku,  memang gak  islam-islam banget tapi inilah aku, aku terlahir karna Allah
Kini aku sudah duduk di bangku kelas  1 SMA aku bersekolah disalah satu Sekolah Menengah Atas didaerah ku Sumbawa besar.
Rindu rasa hatiku saat melihat gerbang sekolahku, aku disini memiliki 2 sahabat yaitu Putri dan Aisya,   mereka sahabat terbaik ku. Pagi ini,  aku dipanggil ke kantor oleh wali kelasku bu Ainun. Aku tak tau mengapa aku harus dipanggil, ternyata aku diminta untuk   membantu salah seorang murid baru dalam menyesuaikan diri disekolah dan pelajaran. Penampilan gadis itu sangat urak-urakan rambutnya yang disemir, roknya yang dibilang tak layak lagi, dan terakhir wajahnya penuh dengan make up.  Astagfirullah aku mengenakan hijab dan memperbaiki akhlak ku  agar aku tak bertemu dan dan terhindar dari gadis seperti ini lagi,  aku diperintahkan oleh wali kelasku untuk membimbing gadis ini agar ia cepat bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, hari-hari ku lalui bersama gadis ini  aku mulai merasa nyaman dengan gadis ini penampilannya tak seperti hatinya.
 Selesai aku menunaikan ibadah sholat magrib aku mendengar suara pintu diketuk, buru-buru membukakannya ternyata Aqila.  Yap Aqila adalah gadis yang ku ceritakan, dia mengajakku untuk berjalan-jalan akhirnya aku menyetujuinya kebetulan Umi  sedang tidak ada dirumah.
Aku dibawa oleh Aqila kesuatu tempat yang lumayan aneh inilah awal dari kehancuranku lagi, aku terkejut melihat Aqila mengambil sebatang rokok,  ya Allah apakah ini sifat Aqila sebenarnya ? tanyaku dalam hati aku hanya terdiam melihat hal itu 15 menit kemudian aku melihat seorang pria yang baru datang langsung mengecup pipi aqila dan langsung memeluknya  aku langsung terkejut ‘’nauzubillah’’ ucapku dalam hati .  tak itu saja kemudian datang lah seorang pria, pria itu menatapku dengan pandangan yang sangat tak bisa kuceritakan. Ditaruhnya sekrat minuman keras dihadapanku aku langsug terkejut aqila langsung menyambarnya, aku hanya terperangah menatap kejadian aneh ini didepan mataku. Kini aku menatap jam tangan yang melingkar  ditanganku,  aku terkejut saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam . Aku gelagapan ku edarkan pandanganku keseluruh ruangan terlihat  disudut rungan sudah terbaring aqila tak sadarkan diri akhirnya aku membawa pulang aqila kerumahnya. Aku mengetuk  pintu akhirnya beberapa saat kemudian keluar seorang wanita paruh baya ia khwatir melihat anaknya ini, ia bingung menatapku. Sesampainya dirumah Zahra tampak sangat terkejut melihat sosok I bunya yang kini tengah duduk disofa ruang  tamu dengan memandangnya dengan tatapan marah. Sepertinya ibu ini sangat marah kepada anak gadisnya ini bagaimana bisa anak gadisnya pulang sendirian selarut ini, didekatinya anaknya yang sudah mulai ketakutan betapa terkejutnya sang ibu karena mencium aroma minuman keras dianaknya ini. satu tamparan mendarat dipipi Zahra, Zahra hanya diam ia tak tau harus berkata apa kepada ibunya. Ibu Zahra langsung meninggalkan anak gadisnya ini sendiri diruang tamu betapa kecewa seorang ibu melihat anaknya seperti ini.

Keesokan harinya sebelum Zahra pergi sekolah Zahra menghampiri ibunya dan memeluknya ‘’umi  Zahra minta maaf Zahra gak akan ulangi lagi umi’’ tangis ibu zahra meledak dan  langsung memeluk anak semata wayangnya ini ibunya  telah memaafkannya,  kini Zahra telah lega ia berangkat ke sekolah dengan riang kejadian semalam sudah dia lupakan.
Sesampainya disekolah ia bertemu dengan sahabat-sahabatnya kini sahabat Zahra sudah membenci Zahra karna Zahra sudah jarang bermain bersama mereka lagi, Zahra lebih memilih bersama aqila gadis tak jelas itu.
Sepulang sekolah Zahra langsung pergi kerumah aqila karna aqila tak pergi sekolah, Zahra mengetuk pintu kamar tapi sudah hampir 15 menit pintu tak kunjung dibuka padahal ibu aqila mengatakan bahwa aqila ada dikamar. Dengan rasa takut terjadi apa-apa pada aqila,  Zahra memutuskan langsung masuk ke kamar aqila, betapa terkejutnya Zahra melihat aqila yang tengah terkapar tak berdaya dengan jarum suntik masih berada ditangannya , yap aqila pecandu narkoba betapa  terkejutnya aku, rasa kagum terhadap aqila dulu telah sirna.
Dengan cepat Zahra langsung memanggil ibu aqila, ibu aqila langsung terkejut  melihat anaknya dan langsung membawa aqila ke rumah sakit.
Kini aqila sudah berhenti menjadi pecandu narkoba dia sudah dimasukan oleh ibunya ke lembaga rehabilitasi, aku berdoa semoga aqila berubah.
Siang ini aku baru saja selesai menunaikan sholat zuhhur pintu kamarku ada yang mengetuk, betapa terkejutnya aku melihat seorang yang telah mengetuk pintu kamarku , aku terkejut  dan langsung menarik tangan aqila langsung ku ajak masuk kekamarku. Aqila terperangah melihat isi dari kamarku, yap kamarku dipenuhi oleh boneka aqila langsung mengajakku pergi berjalan-jalan aku pun kembali menyetujuinya. Sebuah Kenyataan yang membuatku kecewa didepan mata ku aku melihat aqila
 minum-minuman keras bersama kekasihnya, ia kembali merokok saat ia ingin mengambil sebotol minuman keras langsung ku tarik dia dan ku seret pergi dari lingkaran setan itu, dia belum bisa terbebas dari pergaulan bebas itu sungguh pergaulan bebas ini membawa dampak buruk.
Zahra kini tengah duduk bersama aqila memang aqila belum kehilangan kesadarannya akibat minum-minuman  keras tadi, ’’qil kenapa kamu ngelakuin semua ini qil’’ bentakku, aqila hanya terdiam menunduk ‘’ qil jawab tadi kamu  datang kerumahku dengan hijab dan dandan mu yang sangat elegan aku kira kamu sudah berubah sejak kejadian itu tapi apa hah aku benci kamu ‘’ tangis Zahra meledak’’ zah cuman kamu yang mau nerima aku jadi teman hanya kamu , aku berdandan seperti tadi agar kamu mau berteman denganku lagi, zah aku takut dengan kejadian kemarin dan dengan  penampilan ku yang seperti biasa sebelum kejadian itu aku yakin kamu pasti gak akan mau berteman denganku lagi ‘’ pengakuan aqila langsung menangis ‘’ tapi mengapa kamu tak berubah qil, apa yang buat kamu jadi begini qil apaaaaaa’’ bentak Zahra ‘’ zah sejak kecil orang tua ku sudah bercerai aku tak terima semua itu , aku benci mereka ‘’ bentak aqila, zahra langsung terdiam’’ kenapa !!!  kenapa kamu diam hah, apa kamu mau mengasiani aku hah, zah aku begini karena ayah ibu zah, ini sebagai bentuk penolakanku terhadap perceraian orang tuaku zah, kamu beruntung zah keluargamu masih utuh zah kamu beruntunggggggg’’ bentak aqila sambil menangis’’ hah  beruntung qil aku terlahir dari hubungan diluar nikah umi dan abi kawin lari saat aku berumur 4 tahun aku menyaksikan umi selalu disiksa dan dimaki oleh abi karna umi tak dapat uang , abiku hanya bisa memukuli umi saja didepan mataku umi ditampar dan didepan mataku juga abi menjatuhkan talak cerai ke umiku, aku dan umi ku banting tulang agar bisa menjadi seperti sekarang qil, kamu enak ayah dan ibumu bercerai dengan baik-baik tapi aku apa ‘’ cerita zahra langsung berlari meninggalkan aqila, aqila terperangah mendengar semua cerita zahra. Tak disangka gadis seperti zahra bernasip sama dengannya,
Sejak saat itu zahra sudah tidak terlalu memperdulikan aqila lagi, aqila bertanya kepada sahabat-sahabat zahra. betapa terkejutnya dia mendengar cerita  sahabat zahra ternyata selama zahra dekat dengannya nilai zahra menurun derastis, zahra juga sering ditampar oleh uminya dengan rasa menyesal aqila mencari zahra 1 minggu sudah zahra manghilang aqila mencari dan mendekati zahra hingga ia memutuskan untuk kerumah zahra. Kini aqila telah berubah ia menjadi anak yang sholeh bahkan ia telah merubah semua kebiasaannya rokok,minuman keras, narkoba sudah dia buang jauh dari kehidupannya.
Dengan ragu aqila mengetuk pintu kamar zahra tak beberapa lama zahra membuka pintu tersebut dengan rasa terkejut aqila melihat zahra,  ini kali pertama ia melihat zahra tak mengenakan hijab ternyata rambut zahra dicat merah, ‘’zah ‘’ ucap aqila, zahra langsung memeluk aqila dengan erat’’ qil aku merasa seperti serigala berbulu domba , aku menasehatimu aku berlaga seperti malaikat didepanmu, qil dulu aku sepertimu aku malahan lebih darimu aku berubah sejak aku melihat sahabat ku yang meninggal  didepan mataku karena narkoba, qil aku takut kamu sen asib dengan sahabatku ituuu’’ ucap zahra langsung menangis, aqila langsung terperangah mendengar itu dia langsung memeluk zahra  dengan erat’’ zah aku gak akan ngelakuin itu lagi ‘’ ucap aqila’’ tapi aku malu qil aku sudah menyuruhmu berhenti melakukan semua itu tapi aku juga pernah melakukannnya ‘’ sesal zahra’’ zah aku berterima kasih kekamu, kamu sudah membuat aku sadar zah ‘’ ucap aqila, zahra hanya terdiam’’ aku janji zah gak akan ngulang semua yang pernah aku lakuin dulu, asal kamu juga janji akan selalu mengingatkan dan mau mengajarkan ku agama dan 1 lagi janji akan selalu jadi sahabat ku selamanya ’’ ucap aqila seraya mengacunkan kelingkingnya’’ tapi qil aku gak pantas buat’’ ucapan zahra terpotong ‘’ zah ayolah kamu yang udah ngerubah aku, ayolah jadi zahra yang kemarin-kemarin aku kenal please’’ mohon aqila ‘’ yah aku mau janji aku akan selalu ngingatin kamu,  selalu ada buat kamu selalu jadi sahabat kamu’’ ucap zahra langsung mengaitkan kelingkingnya dengan aqila.
Akhirnya putri dan aisya  bisa menerima kehadiran aqila, merekapun bersahabat selamanya.
Persahabatan tak akan hancur karena perbedaan, seburuk apapun seseorang bila ia berkeinginan untuk berubah insya allah dengan izin allah pasti terjadi.
Inilah hidup kadang kita tak mengetahui perjalanan hidup seseorang tak peduli siapa dia sebelumnya yang penting siapa dia sekarang.

Terima kasih

Maaf kalau ceritanya gak jelas, maklum saya masih belajar
Mohon maaf apabila ada kesalahan dnisengaja ataupun tidak

By : anniza wiwied rahayu hadiyanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar