Aku terkadang
bingung dengan manusia-manusia didunia ini, apakah ada yang salah dari seorang muslim yang berhijab. Teman-teman
banyak yang bertanya kepadaku ‘’ Apakah tidak panas, mengenakan hijab ? kami
saja yang melihatmu kepanasan,’’ Aku hanya terdiam seraya melemparkan senyuman,
kebanyakan orang menyatukan masalah akhlak dengan hijab. Padahal hijab adalah
pelindung sekaligus perintah dari Allah SWT. Mau akhlak seseorang itu jelas atau tida yang pasti dia sudah
membentengi diri dengan hijab_ Hijab bukan sebagai perhiasan, bukan juga untuk
mempercantik, hijab itu untuk melindungi diri dari perbuatan dosa.
‘’AZ- ZAHRA
PUTRI ALIKA’’
Inilah
namaku, memang gak islam-islam banget tapi inilah aku, aku
terlahir karna Allah
Kini aku
sudah duduk di bangku kelas 1 SMA aku
bersekolah disalah satu Sekolah Menengah Atas didaerah ku Sumbawa besar.
Rindu rasa
hatiku saat melihat gerbang sekolahku, aku disini memiliki 2 sahabat yaitu Putri
dan Aisya, mereka sahabat terbaik ku. Pagi
ini, aku dipanggil ke kantor oleh wali
kelasku bu Ainun. Aku tak tau mengapa aku harus dipanggil, ternyata aku diminta
untuk membantu salah seorang murid baru dalam
menyesuaikan diri disekolah dan pelajaran. Penampilan gadis itu sangat
urak-urakan rambutnya yang disemir, roknya yang dibilang tak layak lagi, dan
terakhir wajahnya penuh dengan make up.
Astagfirullah aku mengenakan hijab dan memperbaiki akhlak ku agar aku tak bertemu dan dan terhindar dari
gadis seperti ini lagi, aku
diperintahkan oleh wali kelasku untuk membimbing gadis ini agar ia cepat bisa
menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, hari-hari ku lalui bersama gadis
ini aku mulai merasa nyaman dengan gadis
ini penampilannya tak seperti hatinya.
Selesai aku menunaikan ibadah sholat magrib
aku mendengar suara pintu diketuk, buru-buru membukakannya ternyata Aqila. Yap Aqila adalah gadis yang ku ceritakan, dia
mengajakku untuk berjalan-jalan akhirnya aku menyetujuinya kebetulan Umi sedang tidak ada dirumah.
Aku dibawa
oleh Aqila kesuatu tempat yang lumayan aneh inilah awal dari kehancuranku lagi,
aku terkejut melihat Aqila mengambil sebatang rokok, ya Allah apakah ini sifat Aqila sebenarnya ?
tanyaku dalam hati aku hanya terdiam melihat hal itu 15 menit kemudian aku
melihat seorang pria yang baru datang langsung mengecup pipi aqila dan langsung
memeluknya aku langsung terkejut
‘’nauzubillah’’ ucapku dalam hati . tak
itu saja kemudian datang lah seorang pria, pria itu menatapku dengan pandangan
yang sangat tak bisa kuceritakan. Ditaruhnya sekrat minuman keras dihadapanku aku
langsug terkejut aqila langsung menyambarnya, aku hanya terperangah menatap
kejadian aneh ini didepan mataku. Kini aku menatap jam tangan yang melingkar ditanganku, aku terkejut saat melihat jam sudah menunjukkan
pukul 10 malam . Aku gelagapan ku edarkan pandanganku keseluruh ruangan
terlihat disudut rungan sudah terbaring aqila
tak sadarkan diri akhirnya aku membawa pulang aqila kerumahnya. Aku
mengetuk pintu akhirnya beberapa saat
kemudian keluar seorang wanita paruh baya ia khwatir melihat anaknya ini, ia
bingung menatapku. Sesampainya dirumah Zahra tampak sangat terkejut melihat
sosok I bunya yang kini tengah duduk disofa ruang tamu dengan memandangnya dengan tatapan
marah. Sepertinya ibu ini sangat marah kepada anak gadisnya ini bagaimana bisa
anak gadisnya pulang sendirian selarut ini, didekatinya anaknya yang sudah mulai
ketakutan betapa terkejutnya sang ibu karena mencium aroma minuman keras
dianaknya ini. satu tamparan mendarat dipipi Zahra, Zahra hanya diam ia tak tau
harus berkata apa kepada ibunya. Ibu Zahra langsung meninggalkan anak gadisnya
ini sendiri diruang tamu betapa kecewa seorang ibu melihat anaknya seperti ini.
Keesokan
harinya sebelum Zahra pergi sekolah Zahra menghampiri ibunya dan memeluknya
‘’umi Zahra minta maaf Zahra gak akan
ulangi lagi umi’’ tangis ibu zahra meledak dan langsung memeluk anak semata wayangnya ini
ibunya telah memaafkannya, kini Zahra telah lega ia berangkat ke sekolah
dengan riang kejadian semalam sudah dia lupakan.
Sesampainya disekolah ia bertemu dengan sahabat-sahabatnya
kini sahabat Zahra sudah membenci Zahra karna Zahra sudah jarang bermain
bersama mereka lagi, Zahra lebih memilih bersama aqila gadis tak jelas itu.
Sepulang
sekolah Zahra langsung pergi kerumah aqila karna aqila tak pergi sekolah, Zahra
mengetuk pintu kamar tapi sudah hampir 15 menit pintu tak kunjung dibuka
padahal ibu aqila mengatakan bahwa aqila ada dikamar. Dengan rasa takut terjadi
apa-apa pada aqila, Zahra memutuskan
langsung masuk ke kamar aqila, betapa terkejutnya Zahra melihat aqila yang
tengah terkapar tak berdaya dengan jarum suntik masih berada ditangannya , yap
aqila pecandu narkoba betapa terkejutnya
aku, rasa kagum terhadap aqila dulu telah sirna.
Dengan cepat
Zahra langsung memanggil ibu aqila, ibu aqila langsung terkejut melihat anaknya dan langsung membawa aqila ke
rumah sakit.
Kini aqila
sudah berhenti menjadi pecandu narkoba dia sudah dimasukan oleh ibunya ke
lembaga rehabilitasi, aku berdoa semoga aqila berubah.
Siang ini
aku baru saja selesai menunaikan sholat zuhhur pintu kamarku ada yang mengetuk,
betapa terkejutnya aku melihat seorang yang telah mengetuk pintu kamarku , aku
terkejut dan langsung menarik tangan
aqila langsung ku ajak masuk kekamarku. Aqila terperangah melihat isi dari
kamarku, yap kamarku dipenuhi oleh boneka aqila langsung mengajakku pergi
berjalan-jalan aku pun kembali menyetujuinya. Sebuah Kenyataan yang membuatku
kecewa didepan mata ku aku melihat aqila
minum-minuman keras bersama kekasihnya, ia
kembali merokok saat ia ingin mengambil sebotol minuman keras langsung ku tarik
dia dan ku seret pergi dari lingkaran setan itu, dia belum bisa terbebas dari
pergaulan bebas itu sungguh pergaulan bebas ini membawa dampak buruk.
Zahra kini tengah
duduk bersama aqila memang aqila belum kehilangan kesadarannya akibat minum-minuman
keras tadi, ’’qil kenapa kamu ngelakuin
semua ini qil’’ bentakku, aqila hanya terdiam menunduk ‘’ qil jawab tadi
kamu datang kerumahku dengan hijab dan
dandan mu yang sangat elegan aku kira kamu sudah berubah sejak kejadian itu
tapi apa hah aku benci kamu ‘’ tangis Zahra meledak’’ zah cuman kamu yang mau
nerima aku jadi teman hanya kamu , aku berdandan seperti tadi agar kamu mau
berteman denganku lagi, zah aku takut dengan kejadian kemarin dan dengan penampilan ku yang seperti biasa sebelum
kejadian itu aku yakin kamu pasti gak akan mau berteman denganku lagi ‘’
pengakuan aqila langsung menangis ‘’ tapi mengapa kamu tak berubah qil, apa yang
buat kamu jadi begini qil apaaaaaa’’ bentak Zahra ‘’ zah sejak kecil orang tua
ku sudah bercerai aku tak terima semua itu , aku benci mereka ‘’ bentak aqila,
zahra langsung terdiam’’ kenapa !!! kenapa
kamu diam hah, apa kamu mau mengasiani aku hah, zah aku begini karena ayah ibu
zah, ini sebagai bentuk penolakanku terhadap perceraian orang tuaku zah, kamu
beruntung zah keluargamu masih utuh zah kamu beruntunggggggg’’ bentak aqila
sambil menangis’’ hah beruntung qil aku
terlahir dari hubungan diluar nikah umi dan abi kawin lari saat aku berumur 4
tahun aku menyaksikan umi selalu disiksa dan dimaki oleh abi karna umi tak
dapat uang , abiku hanya bisa memukuli umi saja didepan mataku umi ditampar dan
didepan mataku juga abi menjatuhkan talak cerai ke umiku, aku dan umi ku
banting tulang agar bisa menjadi seperti sekarang qil, kamu enak ayah dan ibumu
bercerai dengan baik-baik tapi aku apa ‘’ cerita zahra langsung berlari
meninggalkan aqila, aqila terperangah mendengar semua cerita zahra. Tak
disangka gadis seperti zahra bernasip sama dengannya,
Sejak saat itu
zahra sudah tidak terlalu memperdulikan aqila lagi, aqila bertanya kepada
sahabat-sahabat zahra. betapa terkejutnya dia mendengar cerita sahabat zahra ternyata selama zahra dekat
dengannya nilai zahra menurun derastis, zahra juga sering ditampar oleh uminya
dengan rasa menyesal aqila mencari zahra 1 minggu sudah zahra manghilang aqila
mencari dan mendekati zahra hingga ia memutuskan untuk kerumah zahra. Kini
aqila telah berubah ia menjadi anak yang sholeh bahkan ia telah merubah semua
kebiasaannya rokok,minuman keras, narkoba sudah dia buang jauh dari
kehidupannya.
Dengan ragu aqila
mengetuk pintu kamar zahra tak beberapa lama zahra membuka pintu tersebut
dengan rasa terkejut aqila melihat zahra, ini kali pertama ia melihat zahra tak
mengenakan hijab ternyata rambut zahra dicat merah, ‘’zah ‘’ ucap aqila, zahra
langsung memeluk aqila dengan erat’’ qil aku merasa seperti serigala berbulu
domba , aku menasehatimu aku berlaga seperti malaikat didepanmu, qil dulu aku
sepertimu aku malahan lebih darimu aku berubah sejak aku melihat sahabat ku
yang meninggal didepan mataku karena
narkoba, qil aku takut kamu sen asib dengan sahabatku ituuu’’ ucap zahra
langsung menangis, aqila langsung terperangah mendengar itu dia langsung
memeluk zahra dengan erat’’ zah aku gak
akan ngelakuin itu lagi ‘’ ucap aqila’’ tapi aku malu qil aku sudah menyuruhmu
berhenti melakukan semua itu tapi aku juga pernah melakukannnya ‘’ sesal
zahra’’ zah aku berterima kasih kekamu, kamu sudah membuat aku sadar zah ‘’
ucap aqila, zahra hanya terdiam’’ aku janji zah gak akan ngulang semua yang
pernah aku lakuin dulu, asal kamu juga janji akan selalu mengingatkan dan mau
mengajarkan ku agama dan 1 lagi janji akan selalu jadi sahabat ku selamanya ’’
ucap aqila seraya mengacunkan kelingkingnya’’ tapi qil aku gak pantas buat’’
ucapan zahra terpotong ‘’ zah ayolah kamu yang udah ngerubah aku, ayolah jadi
zahra yang kemarin-kemarin aku kenal please’’ mohon aqila ‘’ yah aku mau janji
aku akan selalu ngingatin kamu, selalu
ada buat kamu selalu jadi sahabat kamu’’ ucap zahra langsung mengaitkan kelingkingnya
dengan aqila.
Akhirnya putri dan
aisya bisa menerima kehadiran aqila,
merekapun bersahabat selamanya.
Persahabatan tak
akan hancur karena perbedaan, seburuk apapun seseorang bila ia berkeinginan
untuk berubah insya allah dengan izin allah pasti terjadi.
Inilah hidup kadang
kita tak mengetahui perjalanan hidup seseorang tak peduli siapa dia sebelumnya
yang penting siapa dia sekarang.
Terima kasih
Maaf kalau
ceritanya gak jelas, maklum saya masih belajar
Mohon maaf apabila
ada kesalahan dnisengaja ataupun tidak
By : anniza wiwied
rahayu hadiyanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar